Latest Post



Malam Selasa, 21 Oktober 2019, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sambas menggelar Shalawat Nariyah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional di Masjid Abdurrahman Pondok Pesantren Muhammad Basiuni Imran (PPMBI) Sambas.

Kegiatan ini diawali Shalat Maghrib Berjamaah yang diimami oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Sambas, Ustadz Drs. H. Mujahidin, M.Si. Setelah shalat, kegiatan dilanjutkan dengan membaca Shalawat Nariyah yang dipimpin oleh Ustadz Nasrullah, Lc hingga tiba waktu Shalat Isya. Kegiatan Shalat Isya berjamaah diimami oleh Sekretaris Tanfidziyah PCNU Sambas Ustadz Dr. Adnan Mahdi, M.S.I. Sehabis Shalat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan Ceramah Agama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang disampaikan oleh Ustadz Adnan Mahdi.

Dalam ceramahnya, Ustadz Adnan Mahdi menguraikan sekilas tentang sejarah dan peran Santri dalam membela Tanah Air dari penjajahan Belanda dan Jepang setelah dikeluarkannya Resolusi Jihad oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober 1945. Selain itu, Ustadz Adnan Mahdi juga menegaskan bahwa saat ini kita tidak lagi berperang melawan penjajah secara langsung, namun tetap diperlukan jihad perang melawan atau mengendalikan hawa nafsu. Santri harus terus berjuang sesuai posisinya saat ini, belajar dengan sungguh-sungguh untuk memperdalam pengetahuan agama di pondok, menempa diri agar memiliki akhlak dan adab yang baik, akhlak sesama teman, adab dengan kyai atau ustadz, sebab adab yang baik merupakan pintu utama untuk memperoleh keberkahan ilmu yang dipelajari di pondok. Ustadz Adnan Mahdi juga mengingatkan agar para santri bisa menyikapi secara bijak perkembangan teknologi saat ini, jangan sampai ciri khas kesantriannya hilang gara-gara tak bijak menggunakan teknologi.

Kegiatan Shalawat Nariyah dan Peringatan Hari Santri Nasional ini dihadiri sekitar 600 orang jamaah yang berasal dari Santriwan/Santriwati dan Ustadz/Ustadzah PPMBI Sambas, PCNU Sambas, Muslimat NU Sambas, PMII Sambas, GP Ansor dan Banser Sambas dan Fatayat NU Sambas. Kegiatan berjalan lancar dan penuh khidmat hingga akhir acara (AM).



        Belajar menjadi salah satu kebutuhan yang vital bagi setiap manusia mulai dari lahir hingga akhir hayat, baik belajar secara formal maupun belajar secara informal, di dalam lembaga pendidikan maupun diluar lembaga pendidikan. Belajar bukan lah hanya suatu kebutuhan, melainkan keharusan bagi manusia dan untuk manusia itu sendiri agar bisa berkembang, merubah peradaban, dan yang menjadi tujuan utama adalah sukses. Manusia dapat memanfaatkan indranya untuk belajar dan menjadikannya kesempatan untuk terus berkembang. Banyak media pembelajaran yang bisa dimanfaatkan, salah satunya adalah dalam suatu organisasi.
Organisasi menawarkan banyak ilmu pengetahuan berupa pengalaman yang nantinya menjadi penting sebagai bekal kehidupan bermasyarakat. Hal inilah yang menjadi alasan banyak mahasiswa untuk mengikuti organisasi disamping juga mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
Konsekuensinya banyak waktu dan pikiran yang tersita bagi mahasiswa organisatoris ketika dibandingkan dengan mahasiswa yang cukup belajar di dalam kelas saja. Untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik, dibutuhkan pengorbanan dan daya juang yang maksimal.
Bukan hanya bermodalkan tingkat intelegensi, emosional, dan spiritual yang tinggi, akan tetapi tingkat daya juang dan ketangguhan menerima berbagai macam permasalahan yang kemudian dijadikan semangat untuk bangkit kembali itulah yang menjadi bagian terpenting.
            Adanya berbagai macam pergaulan di tempat belajar tentunya memiliki dampak yang bermacam-macam pula terhadap perubahan sikap yang dialami mahasiswa, apalagi dengan adanya doktrin-doktrin khas tiap organisasi yang pasti sangat berpengaruh terhadap kepribadian mahasiswa. Adanya doktrin-doktrin tertentu yang diberikan secara tidak langsung akan mempengaruhi kognitif seseorang yang berimbas pada proses pengambilan keputusan dalam hidupnya. Hal ini sesuai dengan salah satu teori psikologi sosial yaitu Cognitive Response Theory yang mengatakan bahwa perubahan sikap setelah menerima respon dari luar secara persuasif akan tergantung dengan respon kognitif seseorang. Jadi beda pemikiran maka beda juga keputusan yang dia ambil.
            Jadi adanya kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi tertentu sangat berpengaruh kepada perubahan sikap yang ada pada diri seseorang. Beruntung ketika seseorang mengikuti organisasi yang positif dan membawanya kepada kebaikan, sebaliknya ketika salah masuk pergaulan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsipnya, maka akan sangat mungkin sekali lambat laun orang tersebut akan terbawa kepada hal-hal yang akan merusak prinsip-prinsip yang semula telah tertanam.
            Apa itu fanatisme? Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini sering kita dengar dan sering pula kita renungkan, namun bukan sesuatu yang sering kita mencari solusi untuk masalah lintas organisasi ini, yang telah menjadi fenomena nyata dan biasa.
            Fanatisme bisa diartikan sebagai paham atau perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan, biasanya orang-orang yang fanatik terhadap sesuatu memiliki cara berfikir yang sempit karena mereka berfikir tanpa didasari alasan-alasan yang kuat dan logis.
Fanatisme ada beberapa jenis yaitu 1) fanatisme etnis, 2) fanatisme nasional, 3) fanatisme ideologi 4) fanatisme agama, 5) fanatisme klas sosial 6) fanatisme organisasi, sebenarnya untuk fanatisme agama bukan dari agama itu sendiri tapi kepanjangan dari fanatik etnik atau klas sosial. Karena agama sebenarnya tidak mengajarkan untuk takhlik buta, tapi individunya sendiri yang salah mempersepsikan ajaran agama yang menyebabkan munculnya fanatisme agama. Yang akhirnya muncul aliran radikalisme yang menyalahkan selainnya tanpa ada pendasaran jelas, hanya doktrin-doktrin yang diterima.
            Sikap keterbukaan dan tidak memandang sebelah mata organisasi yang lainnya itu yang penting. Sesrorang bisa belajar pada organisasi yang lain, bisa mengambil contoh, namun jangan terlalu menjadi orang yang plagiat, meniru, menyontek organisasi lain, tapi kebanyakan ormawa terlihat sama, tapi di doktinitas dan Nilai Dasar Organisasi nya lah yang membedakannya.
            Biasanya kefanatikan muncul karena adanya kesamaan nasib, cara pandang, dan ideologi. Seorang individu merasa tidak ada kenyamanan sehingga ia membentuk suatu kelompok yang memiliki cara pandang yang sama.
            Sederhananya sebagai contoh saat orang fanatik menggunakan produk gadget/ smartphone sebut saja namanya samsuri. Apa yang dilakukan saat itu benar-benar fanatik dengan produk dari gadget samsuri tersebut? Pasti orang tersebut akan memandang jika produk selain samsuri pasti lebih jelek, gak bermutu, hanya produk itulah yang terbaik, tak ada yang lain. Itu hanya contoh sederhana tentang hal fanatik.
Tapi sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari jika kefanatikan terhadap suatu hal. Apa lagi kalau sudah merambah ideologi. Padahal ideologi merupakan dasar setiap langkah. Kefanatikan terhadap suatu hal membuat seseorang berfikiran sempit, kolot, kaku dan cenderung tertinggal. Karena cenderung menyalahkan apa diluar pemahamanlnya sehingga cenderung radikalis menghadapi perbedaan.
Jadi, kefanatikan juga ada batasnya, orang boleh membanggakan apa yang ia pahami. Tapi jangan menjatuhkan pemahaman selain diluarnya. Apalagi pada saat ini banyak sekali pengaruh-pengaruh luar biasa banyak ragamnya. Kalau tidak mencoba untuk berfikiran terbuka, mencoba menelaah setiap kelemahan dan kelebihan pengaruh-pengaruh diluar, mengambil cara pragmatis dengan mengikuti tradisi yang telah ada.
Tidak menutup kemungkinan “penyakit” fanatisme lambat laun akan masuk dalam pikiran orang lain. Apalagi sekarang kehidupan dengan berbagai macam orang yang memiliki latar belakang yang beragam. Bisa dibayangkan bagaimana tertinggalnya jika tidak benar-benar bersikap arif dan berpikiran objektif dan terbuka.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Q.S. Al-Hujurat : 13)
Bukankah Tuhan menciptakan perbedaan dari setiap cipataan-Nya supaya bisa memahami betapa besarnya kuasa Tuhan? Lalu kenapa harus menjatuhkan bahkan saling menghancurkan hal yang tidak sepaham. (Yuda).



Sambas # Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kalimantan Barat bersama Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas menyelenggarakan Workshop Guru Profesional, dengan tema: Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Karya Ilmiah Guru. Panitia pelaksana kegiatan workshop ini diamanahkan ke Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIS Sambas, yang acaranya dilaksanakan di Hotel Pantura Jaya Sambas (28/4/2018).

Kegiatan ini umumnya diikuti oleh guru-guru yang telah mengajar di jenjang MA/SMA dan MTs/SMP sederajat. Dalam sambutan Ketua Panitia, Dr. Hifza Hamdan, M.S.I. menyampaikan bahwa jumlah peserta workshop dibatasi hanya untuk 100 orang. Pendaftaran hanya dibuka selama tiga hari, dan ternyata quotanya sudah penuh, padahal masih banyak guru-guru yang berminat untuk mengikuti kegiatan ini, ucap Hifza. “Asumsi awal Saya, jumlah peserta tidak memenuhi quota, dan saat pelaksanaan pun pesertanya hanya sedikit yang hadir... eh ternyata, asumsi atau dugaan Saya salah, jumlah pesertanya melebihi target dan semua peserta tersebut telah hadir di aula Pantura saat ini”, tegasnya.

Dalam sambutan Sekretaris Pergunu Kalbar, Jasmin menyampaikan bahwa “kegiatan workshop seperti ini sudah dilakukan beberapa kali di beberapa kabupaten/kota, dan untuk yang di Sambas ini merupakan kegiatan workshop yang ke delapan”. Jasmin juga menyatakan, “Nahdlatul Ulama yang diwadahi oleh Pergunu, sangat serius memperjuangkan guru-guru di Indonesia, tidak hanya yang berkaitan dengan kualitas pembelajaran, tapi juga terkait dengan kesejahteraan guru. Bahkan Pergunu juga memberikan beasiswa, mulai dari beasiswa S1 hingga S2”, pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang mewakili sambutan Rektor IAIS Sambas, Dr. Adnan Mahdi, M.S.I., menegaskan bahwa kegiatan workshop seperti ini sangat penting diikuti oleh guru-guru yang ingin berproses ke arah profesional, selain mendapatkan teori-teori pembelajaran, para guru juga akan memperoleh pengalaman bagaimana membuat karya ilmiah yang baik. Adnan berharap agar semua peserta benar-benar serius dan memanfaatkan momentum workshop dengan sebaik-baiknya, agar ketika sekembalinya dari kegiatan, para guru dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam bentuk karya tulis ilmiah. “Seberapa banyaknya bapak-ibu guru mengikuti kegiatan workshop serupa ini, bila tidak dimulai untuk menulis atau meneliti PTK, maka kegiatan yang diikuti tentunya kurang memberikan manfaat”, tegasnya. Pada akhir sambutannya, Adnan membuka acara Workshop Guru Profesional disertai tepuk tangan yang bersemangat dari para peserta workshop.

Setelah pembukaan, kegiatan workshop dilanjutkan dengan penyampaian materi dari para nara sumber, dimulai oleh Dr. Adnan Mahdi, M.S.I. dengan tema: Pembelajaran Berbasis Budaya; Menjadi Guru Multikulturalis di Zaman Now. Materi selanjutnya disampaikan secara panel oleh Tim Pemateri dari Pergunu Kalbar yang dimoderatori oleh Gusmawan, MM, yaitu: Dr. Rachmat Sahputra, M.Si. (Rektor UNU Kalbar), Jasmin Haris, M.Pd. (Sekretaris Pergunu Kalbar), dan Sukardi, M.Pd. Acara Workshop ini berakhir secara keseluruhan pada pukul 17.00.

by. Andi


Sekura - NU Sambas, Warga Sekura melakukan latihan Dzikir Nazam diadakan dikediaman Bapak Ipau Dusun Penagaman, Desa Sekura, Kec.Teluk Keramat yang dilaksanakan pada malam sabtu (27/04/18).

Latihan Dzikir Nazam ini rutin dilaksanaka pada malam rabu dan malam sabtu yang biasanya dilakukan di desa Sekura dan pada malam rabu yang lalu Bapak Ipau mengundang warga Sekura untuk latihan dzikir nazam dikediamannya pada malam sabtu kemarin di Dusun Penagaman, Desa Sekura, Kec.Teluk Keramat.

Diadakannya latihan Dzikir Nazam ini yaitu untuk mempelajari lagu baru yang biasa digunakan pada acara pernikahan dan aqiqahan. “Karena di daerah lain seperti di Kec. Galing dan Paloh sudah menggunakan lagu ini”, kata Bapak Yudi.

“Sejauh ini bapak-bapak yang ikut latihan dan biasa ikut diacara pernikahan dan acara aqiqahan sudah dapat menguasai 60% dari lagu tersebut”, ujarnya.

Latihan Dzikir Nazam yang dilakukan ini dapat meningkatkan dan mempererat tali silaturahmi antara warga yang ada di Sekura dan dapat saling mengenal antara warga Sekura dan Dusun Penagaman.

Dzikir Nazam dapat meningkatkan silaturahmi dan bisa mengenal orang yang berasal dari daerah lain yang biasa dipertemukan di walimatul ursy atau ditarup undangan pada acara pernikahan dann aqiqahan dengan latar belakang berbeda-beda yang mana dari golongan bapak haji, para pejabat, amil dan sebagainya. (Apriansyah)


Teluk Keramat NU Sambas, Pihak Pontren At Tawassul adakan acara sya’banan perdana di lokasi Pontren At Tawassul Sange Duyung Desa Samustida pada Minggu (22/4/2018). Acara sya’banan ini bertujuan untuk memperkenalkan pondok pesantren dan juga menjalin hubungan silaturahmi yang baik dengan masyarakat sekitar.

Pondok pesantren yang masih dikatakan baru ini, sudah memiliki banyak program-program kemasyarakatan seperti sunatan massal, qurban dan baru-baru ini dilaksanakan adalah acara sya’banan. 

Pengasuh pondok pesantren (Bahrul) mengungkapkan “acara sya’banan ini perdana dilaksanakan khusus Pontren At Tawassul. Acara ini diadakan karena acara sya’banan merupakan suatu hal yang telah terbiasa masyarakat laksanakan setiap masuk bulan sya’ban. Selain itu, acara sya’banan yang diadakan di pontren ini menunjukan bahwa pontren ini membaur dimasyarakat”.


Acara sya’banan merupakan acara yang sangat pas untuk menjalin hubungan yang baik antara pihak pontren dengan masyarakat sekitar. Sebab, masyarakat sekitar yang belum kenal dengan pihak pengelola pontren ini, bisa menjadi kenal, dan juga masyarakat yang belum pernah datang langsung melihat pontren, lewat acara sya’banan ini, menjadi pernah datang walaupun hanya untuk sekedar melihat perkembangan pontren itu sendiri.
           
Kesan masyarakat yang datang saat melihat pembangunan dan merasakan suasana Pontren At Tawassul, langsung memberikan pujian.

Desi salah satu warga sekitar mengungkapkan “saya sebelumnya memang belum pernah datang kesini, meskipun saya ini masyarakat yang tinggal dekat dengan pontren. Awalnya saya pikir datang acara sya’banan di pontren pasti sama seperti acara sya’banan biasanya, ternyata pas saya datang ke lokasi, ternyata acara sya’banan di pontren itu sangat menyenangkan, karena sangat terasa sekali kebersamaan masyarakat”.

Endah Damayanti yang merupakan salah satu orang tua santri dari Singkawang mengatakan “saya sangat merasakan kebahagiaan dalam acara sya’banan ini, sebab terasa sangat membaur sekali antara masyarakat yang satu dengan lainnya. Rasanya saya tidak mau pulang ke Singkawang” ungkap Dia sambil tertawa. 

Diakhir acara pimpinan pondok (Arpandi) mengatakan bahwa “acara sya’banan ini sukses dilaksanakan. Hal ini pastinya tidak lepas dari dukungan baik moral, material serta tenaga baik dari pihak pontren itu sendiri dan juga dari masyarakat sekitar. Saya mewakili pihak Pontren At Tawassul mengucapkan ribuan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam acara ini. Harapan saya semoga acara sya’banan ini untuk selanjutnya bisa dilaksanakan”. (Alfiah).





TekarangNU Sambas, Tarikat Qadariyah wa Naqsabandiyah melaksanakan Khataman Sughro dan Khataman Kubro bagi jamaah yang sudah selesai mengamalkan amalan yang telah diajarkan. Khataman ini dilaksanakan di Masjid Jami’ Al-Falah Desa Tekarang Kecamatan Tekarang pada Sabtu malam (21/4/2018).


Acara wisuda atau khataman ini sebagai kegiatan penutup di kecamatan Tekarang menjelang Ramadhan dan akan dilanjutkan pada bulan Syawal 1439 H.

Pembukaan disampaikan oleh Harmain sebagai tuan rumah dalam acara wisuda tersebut. Kemudian tawassul dipimpin oleh Wajio, dzikir dipimpin oleh Rusadi dan doa dipimpin oleh Aspari.

Jamaah yang menghadiri acara khataman ini diantaranya berasal dari Kecamatan Jawai,  Kecamatan Jawai Selatan, Kecamatan Tebas. Kecamatan Sambas, Kecamatan Teluk Keramat, Kecamatan Galing, Kecamatan Paloh dan Kecamatan Subah. (awan).



Sambas – NU Sambas. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sambas menggelar Peringatan Hari Lahir ke-58 PMII disertai dengan dialog publik yang diselenggarakan di gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sambas dengan tema “Meneguhkan Jiwa Pergerakan untuk Mengawal Empat Pilar Kebangsaan”, minggu (22/4).
Acara puncak tersebut dihadiri berbagai undangan dari alumni dan seluruh kader PMII Kabupaten Sambas, Pengurus Cabang (PC) Singkawang, Mempawah, beserta Pontianak, Pengurus Koordinasi Cabang (PKC) PMII Kalimantan Barat, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sambas, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sambas, Fatayat NU Kabupaten Sambas, dan Muslimat NU Kabupaten Sambas.
Yuda Abdul Ghofur sebagai ketua pelaksana peringatan harlah ke-58 PMII dalam kata sambutannya menyampaikan aspirasinya atas terselenggaranya kegiatan dengan lancar dan mengharapkan kedepannya jalinan terbentuk dengan baik sesama kader maupun alumni.
Ia juga menegaskan agar kader tetap solid untuk pergerakan tertuju dasar PMII “Dengan Terlaksananya Peringatan Hari Lahir Ke 58 Tahun Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Kabupaten Sambas ini, Semoga dapat menjaga rasa Silaturahim antara Kader, Pelopor dan juga dengan Para Alumni PMII yang ada di Kabupaten Sambas ini kedepannya menjadi lebih baik lagi dan tetap solid sebgai mahasiswa pergerakan.” Ujar Yuda sebagai ketua pelaksana.
Selaku Ketua Umum PMII Kabupaten Sambas, sahabat Heriansyah sangat berterima kasih kepada seluruh kader yang telah hadir dan memeriahkan acara serta Sahabat Serli, S.Pd.I, M.Ag yang dipilih untuk membuka acara tersebut.
Sahabat Heriansyah menyampaikan maksud dari tema yang diangkat “Meneguhkan Jiwa Pergerakan untuk Mengawal Empat Pilar Kebangsaan” sebagai pembahasan dialog publik, sejak 50 tahun lalu PMII tetap berkomitmen dalam menjaga kesatuan bangsa Indonesia.
Menghadapi pilkada serentak kemudian dihadapkan dengan isu pilpres 2019, ditambah lagi dengan kondisi Kalimantan Barat yang menjadi zona merah, pilkada ini penting bagi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dalam mengambil sikap dan menentukan pergerakan dalam mengambil keputusan. (Heri/Maulida)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget