Seret
Ayon
# Muslimat Nahdlatul Ulama dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Cabang Kabupaten Sambas memilih cara yang berbeda untuk mengisi pergantian
tahun (31/12/2017). Kali ini kegiatannya adalah bersilaturrahmi ke warga
Nahdliyin yang berdomisili di Desa Seret Ayon Kecamatan Tebas. Desa terpencil dengan
jarak tempuh lebih dari 3 jam kendaraan bermotor berpenduduk sekitar 1.500 jiwa,
sebagian besar warganya adalah transmigrasi.
Acara
silaturrahmi tersebut diisi dengan dialog kepada warga masyarakat. Sangat banyak
keluh-kesah yang disampaikan oleh warga, di antaranya adalah masalah sengketa
lahan perkebunan yang tak kunjung selesai, jalannya rusak parah, pelayanan
kesehatan sangat sulit, belum adanya PLN, dan penyelenggaraan pendidikan yang kurang
memadai.
Selain
dialog, rombongan juga menghidupkan kembali pengajian yang sudah lama vakum. Tampak
kegembiraan di wajah warga dalam acara pengajian tersebut. Pada akhir acara, rombongan juga membagikan mukena untuk warga.
Setelah
usai acara dialog, rombongan Muslimat dan PMII yang berjumlah 15 orang tersebut
meninjau sekolah SD-SMP satu atap. Dari hasil penuturan masyarakat, kehadiran
guru di sekolah sangat-sangat memprihatinkan, begitu pula dengan kepala
sekolahnya. Siswa hanya dididik oleh guru honorer setempat, itu pun sangat
tidak memadai. Siswa seringkali diberikan tugas, bahkan tak jarang pula yang
tidak belajar lantaran ketidakhadiran gurunya.
Warga
Seret Ayon sangat berharap kondisi nyata dan permasalahan yang mereka hadapi
segera ditanggapi dan diberikan solusi terbaik dari instansi terkait dan
pemerintah daerah Kabupaten Sambas. @ndi





Posting Komentar