Ber-NU Rasa Thariqah


Sambas # Nahdlatul Ulama (NU) memiliki hubungan yang sangat erat dengan thariqah, khususnya Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Khathib Sambas. Hubungan tersebut tidak hanya terletak pada kesamaan manhaj aqidah Ahlussunnah wa Jamaah, tetapi juga dari garis keilmuan. NU didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari yang merupakan murid dari Syaikh Ahmad Khatib Sambas. Dengan demikian jelaslah NU memiliki hubungan keilmuan dengan TQN.


Sambas yang pernah dijuluki sebagai Negri Serambi Mekah umumnya dihuni oleh muslim yang berapiliasi kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Secara organisasi, memang masyarakat muslim Sambas kurang tampak selama 15 tahun yang lalu, tetapi secara amaliah, sejatinya masyarakat muslim Sambas telah mengamalkan tradisi dan ajaran keagamaan seperti yang dilakukan umumnya oleh warga Nahdliyin, seperti tahlilan, maulidan, shalawatan, haul, dzikir thariqah dan banyak lagi amaliah-amaliah lainnya.

Sejak pergantian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sambas pada Konfercab IV tanggal 23 Desember 2017, Drs. H. Mujahidin, M.Si. selaku Ketua Tanfidziyah terpilih periode 2017-2022 bertekad untuk memajukan dan mengembangkan NU ke depan, tidak hanya membumikan amaliah NU, tapi juga akan membentuk dan membina MWC Kecamatan sampai ke Ranting di setiap desa. Tekad ini akan dilakukan secara bertahap hingga setiap Kecamatan dan Desa memiliki pengurus yang aktif membesarkan NU.


Keuntungan yang dimiliki saat ini, sebagian warga Nahdliyin Sambas rata-rata pengamal thariqah, dan ini akan menjadi ciri khas NU Sambas ke depan, yakni “ber-NU rasa Thariqah”. Bila NU dan TQN sama-sama berkembang dan membumi di Sambas, maka sangat diyakini akan lahirnya kembali Sambas sebagai Negri Serambi Mekah Jilid II. @ndi



Posting Komentar

[blogger][facebook]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget