Sambas – NU Sambas, Menyambut bulan Sya’ban dan Ramadhan 1439 H Tarikat
Qadaraiyah wa Naqsabandiyah Khatibiyah Sambas mengadakan kajian keislaman rutin
terakhir. Kajian keislaman yang terakhir ini dilaksakan di kediaman Nuraini
Jalan Sukaramai, Perum Sahuri, Gg. Terigas 1 No. A9, Desa Dalam Kaum Kecamatan
Sambas, pada Rabu malam (18/4/18).
Kajian keislaman
kali ini membahas tentang jenis-jenis cobaan hidup bagi hamba Allah di dunia.
Kajian keislaman ini di sampaikan oleh Dr. Adnan, M.S.I.
Acara dipandu
oleh Sabari, M.Sos, dilanjutkan dengan Shalawat Tariqah yang dipimpin oleh
Kenedi, M.Hum. Tawassul dipandu oleh Azhari, dzikir dipimpin oleh Syekh Jayadi
M. Zaini, M.A dan doa dipimpin oleh A.Rafik, M.Sos.
“Setiap hamba
Allah SWT pasti mendapatkan apa yang dinamakan musibah. Musibah merupakan
sesuatu yang menimpa kita yang sifatnya merugikan dan merupakan cobaan bagi
manusia. Terdapat tiga jenis istilah
musibah yaitu penyebab musibah oleh pembuatan tangan kita sendiri dan tidak
semua perbuatan terkena musibah. Selanjutnya kedatangan musibah itu atas izin
Allah dan kehadiran musibah adalah untuk menempa manusia sekaligus menguji
kadar keimanan manusia sebagai hamba Allah”, ujar Adnan.
“Balla
ditempakan kepada manusia untuk menguji tingkat keimanan manusia. Selain itu
balla bertujuan untuk menguji kepastian hidup, balla juga merupakan sebagai
anugerah yang menyenangkan atau tidak. Selain itu balla ditimpakan untuk
menyucikan jiwa dan meningkatkan derajat manusia itu sendiri”, lanjutnya.
Dalam penutup
kajian keislamannya Adnan menyampaikan bahwa “jangan sampai ketika mendapatkan
ujian berupa musibah dari Allah SWT, manusia tersebut langsung mengatakan bahwa
Allah tidak menyayangi kita, dan begitu juga sebaliknya ketika Allah memberikan
ujian berupa kenikmatan jangan sampai mengira bahwa Allah menyayangi kita”.
“Semoga jamaah
yang hadir dalam kajian ini mendapatkan ridho dan keberkahan dalam setiap apa
yang dikerjakan dan selalu mendapatkan keistiqomahan untuk selalu memperbaiki
diri kearah yang lebih baik”, lanjut Adnan.
Setelah kajian
ini maka kajian berikutnya akan dilaksanakan kembali pada bulan Syawal 1439 H.
Semoga kajian berikutnya akan semakin banyak jamaah yang berkeinginan untuk
membersihkan hatinya dari penyakit-penyakit hati. (Halim).




Posting Komentar